RANGKAIAN MILAD KE 26 MAPALA SPECTA GELAR BERBAGAI ACARA

milad Mapala Specta 26


Assalamualaikum Wr Wb
Salam Lestari!!!

bertambah usia merupakan moment membahagiakan bagi siapa saja termasuk sebuah organisasi. 7 januari 1994 organisasi pecinta alam ini dilahirkan dan 7 januari 2020 mapala specta fenep berusia 26 tahun. bukan muda lagi namun juga belum sangat tua. banyak cara mengisi hari kelahirannya dan mapala specta mengisinya dengan berbagai kegiatan positif diantaranya. silakan baca samapi selesai :)
Banyak hal yang terlintas terkait upaya kelestarian alam dan tanggap bencana. Upaya secara sederhana diartikan usaha atau ikhtiar. Upaya merupakan sebuah kegiatan dengan menggerakan badan, tenaga dan pikiran untuk mencapai sebuah tujuan. Lalu apa saja yang dilakukan mapala specta dalam mewujudkan kelestarian alam dan tanggap bencana.

Ø  Specta mengabdi








Sebuah kegiatan yang dilaksanakan pada 15-16 Januari 2020 di sebuah SD Negeri 02 Ngombakan, Polokarto, Sukoharjo. Kegiatan ini mengusung tema “upaya membangun rasa cinta terhadap lingkungan sekitar dan kesiapsiagaan bencana sejak dini”. Dimana dalam kegiatan ini memberikan edukasi  terkait kesiapsiagaan bencana, membangun prilaku sadar sampah, menanam pohon bersama dan membuat lubang biopori (penyerapan). Upaya tersebut dilatar belakangi dari prinsip pencegahan lebih baik dari pada mengobati atau memperbaiki. Maka hal tersebut harus dipahamkan sedini mungkin karena mereka para anak anak adalah generasi penerus bangsa yang akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Diketahui bahwasanya SD tersebut sering terkena banjir apabila hujan deras karena area penyerapan masih sangat kurang.  Maka mapala specta melakukan sebuah aksi nyata dengan turun langsung untuk mengajarkan, memahamnkan serta membantu menyelesaikan masalah dengan kegiatan specta mengabdi.

Ø  Penggalangan Dana

Melihat kondisi Indonesia khususnya Jabodetabek seakan menjadi langganan banjir setiap tahunya. Selain itu banjir bisa terjadi dimana saja, melihat kondisi yang sedang menimpa Jabodetabek sebagai manusia yang berjiwa sosial pasti rasa simpati denga saudara saudara kita yang sedang ditimpa musibah. Mapala spectapun dengan sigap mengadakan sebuah aksi penggalangan dana untuk membantu korban banjir jabodetabek pada hari selasa,22 Januari 2020 diarea kampus IAIN Surakarta. Anggota mapala specta beraksi dengan membawa kotak penggalangan dana dan menyebar disemua area kampus , masuk dari kelas ke kelas, dari satu gerombolan ke gerombolan lain dan semuanya. Aksi tersebut disambut baik oleh semua warga kampus dengan memberikan sumbangan untuk membantu korban banjir jabodetabek. Alhamdulilah dari acaa penggalangan dana tersebut terkumpul 2.741,800 yang selanjutnya akan disalurkan untuk membantu saudara kita yang terkena musbah banjir. Membantu bisa dilakukan dengan berbagai cara salah satunya denga menyisihkan sedikit rizeki yang kita miliki untuk membatu mereka yang membuuhkan. Jikapun tidak dengan uang bantuan berupa doa niscaya juga dapat meringankan musibah yang menimpa saudara kita. Karena tak ada yang salah dengan berbuat baik dan dapat dilakukan dengan banyak cara.

Ø  Lomba Film Pendek
(juara 1 dengan video berjudul “sampah”)
Melihat fenomena fenomena  bahwa masyarakat tak bisa lepas dari gawai dan alam perlu di lestarikan. Munculah sebuah ide? Kenapa tidak berkarya saja? Dengan membuat karya merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta bisa menyadarkan mereka yang melihatnya? Yang belum tahu jadi tahu, dan yang tahu menjadi paham. Dalam rangkaian itu, Mapala Specta mengadakan sebuah lomba Video Pendek dengan tema Kesadaran Alam pada 12-23 Januari 2020. Alhamdulillah lomba tersebut disambut baik oleh semuanya dan diikuti dari berbagai lini masyarakat baik masyarakat umum, mahasiswa dan pelajar. Semoga dengan ada sedikit langkah kecil tentang kesadaran alam dan lingkungan sekitar bisa memberikan dampak yang baik untuk kedepannya. Begitu banyak ide ide kreatif yang tertuang dan menyadarkan kita.. Mulai dari hal kecil mulai dari sekarang. Seperti membunag sampah pada tempatnya, kurangi penggunaan plastik atau segala sesuatu yang sulit terurai, dan reboisasi untuk jaga alam tetap lestari. Karena peduli saja tidak cukup, mari kita beraksi.

Ø  SEMAR (Specta Seminar)
Mapala IAIN Surakarta ikut serta mewujudkan Jateng melestarikan lingkungan dan tanggap bencana. Melihat begitu banyak kejadian yang terjadi dimasyarakat Maupun Semesta ini. Terkusus dalah hal Kelestarian Alam dan Menjadi sosok yang Tanggap Bencana sangat diperlukan. Mapala Specta sebagai salah satu organisasi pecinta Alam menyelenggarakan sebuah acara yang bernama SEMAR (SPECTA SEMINAR). Dengan pembicara Susilo Margono, S.Hut, M.Ling (Dinas Lingkungan Hidup Jawa Tengah) dan Nurkhamid, S.Kom, M.Kom (BPBD Jawa Tengah) dengan dimoderatori oleh Abdullah Tri Wahyudi, S.Ag, S.H, M.H (Keluarga Besar Specta) dengan seminar yang bertemakan "Pentingnya Merawat Alam dan Penanggulangan Bencana" pada Jum'at, 24 Januari 2020. Di Aula FAB IAIN Surakarta. Sebagai salah satu bentuk kontribusi dan dukungan untuk kelestarian alam dan tanggap bencana dari mapala specta. Matei materi yang dipaparkan, pengalaman, dan diskusi bersama narasumber memberikan pemahaman dan pengetahuan yang lebih dan diharapkan dengan itu akan timbul sebuah kesadaran dan aksi dari semua peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
  



Semua upaya tersebut juga merupakan serangkaian acara milad Mapala specta 26 dengan acara puncak pada Jum’at 24 Agustus 2020 di Graha IAIN Surakarta. Acra milad tersebut mengusung tema “TALIPATI PERSAHABATAN PERERAT PERSAUDARAAN”. Kegiatan yang merupakan sebuah ajang berkumpul dan bercerita banyak hal dimana sebuah acara yang mempertemukan mapala mapala dari berbagai daerah seperti solo raya, semarang, pekalongan, salatiga dan lain sebagainya. Selain itu, acara juga dimeriahkn dengan bernyanyi dan potong kue milad Mapala Specta ke 26 dilanjutkan dengan bernyanyi dan berjoget bersama band Pisah Ranjang dan MANSKA. Yang merubah suasana acara menjadi sangat seru dan meriah, semua yang hadir bernyanyi, berjoget dan tertawa bersama. Sungguh pemndangan yang sangat indah dan begitu kental terasa persaudaraanya. Semua melebur menjadi satu dalam sebuah keluarga yang bernama MAPALA. Jaya selalu Mapala. Jaya selalu SPECTA. Seluruh Baktiku Untukmu. Jadilah organisasi yang tak sekedar organisasi namun juga rumah dan berkontribusi penuh untuk alam dan semesta. Amiiin



SPECTA...!!!
SELURUH BAKTIKU UNTUKMU...!!!
Wassalamualaikum wr wb

Humas dan Publikasi
Mapala SPECTA IAIN SURAKARTA
Uswatun Hasanah (ucil) 
MPA. 23. 174. SR

Kemeriahan Fun Climbing Mapala SPECTA



Assalamu'alaikum Wr Wb
Salam Lestari !!!


Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) SPECTA kembali mengadakan kegiatan Fun Climbing yang di laksanakan di Wall Climbing Mapala SPECTA IAIN Surakarta, Minggu, 19 Januari 2020.
Kegiatan Fun Climbing ini merupakan serangkaian acara untuk menyambut acara ulang tahun Mapala SPECTA yang ke-26 Tahun. Acara ini bukan kegiatan perlombaan, namun kegiatan yang menarik perhatian dari warga IAIN Surakarta dan Mapala yang berada di lingkungan Solo Raya serta di khususkan untuk Anggota Muda Mapala SPECTA. Dan ada beberapa doorprize yang di berikan kepada setiap pemanjat yang berhasil mengambil kupon yang ada di setiap poin papan panjat dinding. Kegiatan ini tidak memungut biaya dari setiap peserta yang ingin memanjat dan pemanjat pun tidak dibatasi ingin memanjat berapa kali.
Peserta Fun Climbing baik itu laki-laki maupun perempuan semua dianggap sama.semua akan maju berdasarkan absen yang sudah ditentukan. Acara ini di mulai dari jam 09:00 WIB. Kegiatan ini kurang lebih diikuti oleh sekitar 100 mahasiswa dari IAIN maupu dari Kampus yang ada di Solo Raya.

Fun Climbing yang di lakukan dari Anggota Muda Mapala SPECTA dan di lanjutkan dari mahasiswa IAIN maupun Kampus lain. Satu persatu peserta memanjat sesuai dengan kemampuan yang ada pada diri mereka sendiri, namun banyak peserta yang mengulangi pemanjatan dikarenakan belum mendapatkan hasil yang mereka inginkan dan kami dari panitia pun tidak mempermasalahkan hal itu. Mayoritas peserta climbing hanya dapat memanjat 9-10 meter. Kecuali para pemanjat yang memng sudah ahli dalam hal panjat mesti mereka bisa langsung sampai TOP. Tak banyak peserta yang memanjat hanya ingin mengambil kupon untuk mendapatkan doorprize. Dooprize yang diberikan pun sesuai dengan kupon yang mereka ambil dari papan panjat.
Karena banyaknya peserta yang mengikuti acara Fun Climbing, membuat serunya acara ini berlangsung hingga sore hari. Semua peserta selesai melakukan pemanjatan semua. Di lihat dari banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan ini dikarenakan mereka hanya iseng saja mengikuti kegiatan, ataupun memang untuk mengisi waktu luang, memang hobby memanjat, karena untuk melatih mental agar tidak takut terhadap ketinggian, serta mengasah bakat dalam memanjat. “Meskipun tak berhasil sampai atas yang terpenting adalah usaha  yang dilakukan” (sumber:
Amastasya Nur S)

SPECTA !!!
SELURUH BAKTIKU UNTUKMU

Walaikumsalam Wr Wb